THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Jumat, 30 Oktober 2009

lampu HID yang baik yang tembus hujan

Mata manusia melihat warna dengan temperatur rendah misalnya 2.400°K sebagai warna merah. Sedangkan cahaya yang temperaturnya tinggi seperti 10.000°K diterjemahkan menjadi warna ungu. Nah lampu HID yang diproduksi umumnya bermain pada temperatur diantara 2.400°K hingga 10.000°K.

Berikut ini skema perbandingan antara temperatur dan warna cahaya:
1.500°K - Cahaya Lilin
2.680°K - Lampu halogen 40watt
3.000°K - Lampu halogen 200watt
3.200°K - matahari terbit/terbenam
3.500-4.300°K - Rata HID Superwhite
5.500°K - Siang hari
6.000°K-7.500°K - Siang hari yang cerah
8.000°K-9.000°K - Siang hari dengan awan kebiru-biruan
10.000°K - 12.000°K - Ungu

Nah di bawah ini adalah contoh visual dari temperatur HID yang dimaksud diatas:
(oraclelights.com)

ColorChart1

Aplikasi Lampu berdasarkan Temperaturnya
Cahaya bertemperatur rendah sering digunakan dalam setingan foto studio untuk memberikan kesan hangat. Sebaliknya temperatur tinggi digunakan untuk menangkap sebanyak-banyaknya detail pada objek foto (pada batasan temperatur tertentu). Jadi pada dasarnya temperatur rendah menghasilkan cahaya hangat dan temperatur tinggi menghasilkan cahaya yang lebih cool alias sejuk.

Ada Kelvin ada Lumens : Bisa tembus kabut dan hujan?
Satu catatan penting bahwa selain diukur dengan temperatur, cahaya juga diukur dengan intensitas dalam satuan Lumens. Bila temperatur menentukan warna maka intensitas menentukan kekuatan pancar dan daya tembus cahaya. Kelvin dan Lumens selalu berbanding terbalik; semakin tinggi temperatur maka intensitasnya menurun. Semakin rendah intensitas akan mengurangi kemampuan cahaya untuk menembus halangan, misalnya kabut dan hujan.

Cahaya dengan tingkat Lumens lebih rendah akan "tertutup" oleh cahaya dengan Lumens yang lebih tinggi. Salah satu pembuktiannya dapat anda lihat pada gambar-gambar di bawah ini antara lampu 6.000°K VS 10.000°K
(youtube.com)

hid-2

hid-3
hid-4

Ballast datang membantu
Kini hadir yang namanya Ballast dalam pembicaraan kita. Ballast berfungsi untuk menstabilkan arus listrik sehingga cahaya HID lebih stabil dan bohlamnya juga lebih awet. Namun, sedikit yang menyadari bahwa Ballast juga ternyata memiliki fungsi selain kelistrikan. HID yang sudah menggunakan teknologi electronic Ballast lebih unggul dibanding yang tanpa Ballast. Selain lebih stabil dan awet, ternyata Ballast juga membantu menengahi trade-off antara Kelvin dan Lumens. Jadi, peningkatan Kelvin pada HID yang memiliki Ballast tidak menjatuhkan Lumens terlalu banyak. Namun tetap saja jatuh... Tapi buat anda yang suka warna temperatur tinggi, ber-Ballast adalah wajib.

ballast
Kesimpulannya, bila anda menginginkan headlight berwarna putih maka pilihlah HID dengan temperatur 6.000°K. Bila ingin sedikit kebiru-biruan yang tetap enak dilihat pilih sekitar 8.000°K. Namun bila anda ingin tingkat kenyamanan yang paling baik untuk driving experience anda, silahkan pilih antara 4.000°K - 4.300°K.

0 komentar: